Wakaf korporat adalah pengelolaan aset wakaf dan pendistribusian hasilnya oleh entitas bisnis secara mandiri atau bekerja sama dengan pihak lain. Dalam konteks perguruan tinggi, ini berarti universitas dapat menerima aset wakaf — misalnya saham perusahaan, uang tunai, atau properti produktif — yang dikelola secara profesional untuk menghasilkan keuntungan berkelanjutan.
Dilema yang terjadi bagi perguruan tinggi, terutama PTN non-BH dan PTS, terkait pendanaan: banyak yang sangat bergantung pada uang kuliah mahasiswa, sementara dana pemerintah belum mencukupi kebutuhan operasional, pengembangan fasilitas, dan peningkatan mutu. Ketika pendanaan utama berasal dari mahasiswa, muncul dilema — kualitas sulit ditingkatkan tanpa menaikkan biaya, sementara kenaikan biaya berpotensi mengurangi akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Kerja sama dengan industri masih terbatas, dan dana abadi, filantropi, serta alumni belum dikelola secara maksimal.
Tiga Komponen Model Waqf Corporate University
Ada tiga hal utama dalam model waqf corporate university: pertama, sumber pendanaan berupa zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang bisa berasal dari mahasiswa, dosen, alumni, staf tendik, masyarakat sekitar kampus, hingga CSR perusahaan sekitar. Kedua, pengelola dana (administrator dan fund management) yang merupakan bagian dari yayasan di bawah perguruan tinggi, harus dikelola secara profesional baik menggunakan SDM kampus maupun tenaga profesional dari luar. Ketiga, model pengelolaan dana yang sudah dihimpun — bisa berupa penempatan pada instrumen investasi, penyediaan fasilitas berbayar/sewa, pusat pelatihan bisnis syariah, hingga unit usaha penunjang perkuliahan seperti percetakan kampus dan kantin. Keempat, penyaluran manfaat (outgoing fund) berupa beasiswa, pendanaan riset, dan perawatan gedung kampus.
Praktik di Berbagai Kampus
UII merupakan salah satu perguruan tinggi berbasis wakaf di Indonesia, dibangun atas dasar wakaf dan dikelola oleh Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia sejak 1945. Pengembangan aset wakafnya antara lain Rumah Sakit UII, apotek, hotel/guest house, SPBU, pusat pelatihan/business center, dan stasiun radio. UNIDA Gontor dikenal sebagai kampus Islam yang dikelola secara wakaf dan bahkan menjalin kerja sama dengan universitas wakaf di luar negeri seperti Turki, sementara Universitas Muslim Indonesia (Gowa) menjadi bagian dari Waqf Foundation YWUMI yang mengelola aset wakaf untuk pendidikan.
Beberapa universitas besar mungkin tidak sepenuhnya berbasis wakaf sejak awal, namun telah mengembangkan wakaf sebagai bagian dari strategi pendanaan — seperti Universitas Brawijaya yang aktif menjadi pusat pengembangan wakaf produktif berbasis kampus, termasuk dana abadi lewat wakaf yang mendukung beasiswa dan kegiatan akademik, serta menjadi tuan rumah acara Wakaf Goes To Campus (WGTC) XV bersama BWI. Masih banyak kampus lain yang terus mengembangkan wakaf — pendekatan waqf corporate university ini perlu terus dikembangkan.