Endowment fund adalah dana abadi yang dikumpulkan dan diinvestasikan untuk mendukung kegiatan tertentu dalam jangka panjang, biasanya berasal dari donasi kepada lembaga pendidikan, yayasan sosial, institusi keagamaan, atau organisasi nonprofit. Yang membedakannya dari dana biasa: pokok dana tidak boleh diambil — hanya hasil investasinya yang dipakai untuk pembiayaan program, menciptakan sumber pendanaan yang berkelanjutan tanpa bergantung pada penggalangan dana berulang.
Empat Jenis Endowment Fund
Ada empat jenis endowment fund: (1) Unrestricted Endowment — hasil investasi bebas digunakan sesuai kebutuhan yang dianggap penting oleh pengurus; (2) Term Endowment — dana hanya dipakai untuk periode/peristiwa tertentu; (3) Quasi Endowment — pokok dana sebenarnya bisa digunakan, namun lembaga memilih memperlakukannya seperti dana abadi; (4) Restricted Endowment — dana abadi yang penggunaannya dibatasi sesuai ketetapan donatur, misalnya khusus program beasiswa.
Jenis keempat inilah yang paling berkarakter mirip wakaf — bersifat abadi (wakaf muabbad) dengan penggunaan yang ditetapkan wakif. Jenis pertama mirip wakaf yang peruntukannya diserahkan wakif kepada nazhir. Jenis ketiga (dana tidak abadi/muaqat) juga dimungkinkan dalam konteks wakaf melalui investasi dana wakaf dengan pokok yang tetap dipertahankan.
Ada pengakuan historis bahwa model filantropi Islam, khususnya wakaf, memengaruhi pengembangan konsep dana abadi di Barat — konsep ini "dijiplak dengan bertopengkan penjenamaan baru" seperti endowment, trust fund, dan foundation, pertama kali diperkenalkan di Universitas Harvard, diikuti Yale, Oxford, dan Princeton.
Kesamaan dengan Wakaf
Kesamaan Endowment Fund dan wakaf: (1) keduanya bertujuan memproduksi manfaat jangka panjang, (2) pokok dana/aset idealnya tidak dimanfaatkan langsung, dan (3) memerlukan sistem pengelolaan profesional agar menghasilkan manfaat berkelanjutan.
Skala Endowment Fund Dunia
Sekadar statistik: endowment fund perguruan tinggi terbesar per Juni 2024 adalah Harvard Management Company ($53,2 miliar), Stanford Management Company ($42,8 miliar), dan Yale University ($41,4 miliar).
Pengelolaan dana abadi Harvard dipercayakan kepada Harvard Management Company (HMC) sejak 1974, dengan misi menghasilkan hasil investasi kuat untuk mendukung tujuan pendidikan dan penelitian universitas. Portofolionya terdiversifikasi: ekuitas publik, ekuitas swasta, hedge funds, real estat, dan sekuritas pendapatan tetap — pada 2024 alokasinya Private Equity 39%, Hedge Funds 32%, Public Equities 14%, dan Real Estate 5%.
Hal di atas bisa menjadi pembelajaran bagi para nazhir di Indonesia: profesionalitas dan kompetensi sebagai manajer investasi adalah keharusan. "مَنْ جَدَّ وَجَدَ" — siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil.